Mengenal Gottfried Wilhelm Leibniz, Sosok Penemu Kalkulus

Gottfried Wilhelm Leibniz adalah filsafat dan matematikawan asal Jerman. Mari kenali lebih jauh perannya dalam Data Science dengan simak artikel berikut!

Bunga Dea Laraswati
Bunga Dea Laraswati

Table of Contents

Gottfried Wilhelm Leibniz adalah nama besar di bidang ilmu matematika. Ia adalah seorang filsafat dan matematikawan asal Jerman yang terkenal untuk kontribusinya terhadap kalkulus. Leibniz sempat terseret kontroversi dengan Sir Isaac Newton mengenai status sebagai penemu kalkulus. Untuk mengenal salah satu kunci tokoh di dunia sains ini lebih jauh, mari simak ulasan lengkapnya berikut!

Siapakah Gottfried Wilhelm Leibniz?

Gottfried Wilhelm Leibniz lahir di Leipzig, Jerman pada 1 Juli 1646. Ia merupakan putra dari pasangan Friedrich Leibniz dan Catharina Schmuck. Seperti kebanyakan anak jenius lainnya, Leibniz yang semasa kecil menimba ilmu di Nicholai School ini merasa sekolah itu membosankan. Akhirnya, ia memutuskan untuk belajar secara mandiri melalui buku yang ayahnya miliki.

Di usia yang masih sangat muda, yaitu menginjak enam tahun, ayah Leibniz meninggal dunia. Semasa hidupnya, ayah dari Gottfried Leibniz adalah seorang pengacara Lutheran dan notaris, pencatat dan profesor filsafat moral di Universitas Leipzig. Setelah sang ayah meninggal, Leibniz fokus belajar tentang pengetahuan sejarah, puisi, matematika, dan subjek lainnya.

Barulah paada tahun 1661, saat Leibniz berusia 14 tahun, ia mulai mengikuti jejak ayahnya dan memulai kuliah hukum di Universitas Leipzig. Di sela-sela waktu kuliahnya tersebut, Leibniz juga mulai belajar matematika di Universitas Jena ketika liburan musim panas.

Berkat kejeniusan yang dimilikinya, Leibniz berhasil menyelesaikan kuliahnya di Universitas Leipzig pada tahun 1666 dan berencana melanjutkan edukasinya untuk meraih gelar doktoral. Namun, karena faktor usia, Leibniz pun ditolak dan akhirnya pindah ke Universitas Altdorf. Di Universitas Altdorf, Leibniz begitu dikagumi hingga ditawari menjadi profesor. Tawaran tersebut ia tolak dan memutuskan untuk melayani masyarakat sebagai gantinya.

Kontribusi Leibniz dalam matematika

Mungkin masih banyak dari Anda yang belum mengenal siapa itu Gottfried Wilhelm Leibniz. Namun, kontribusinya dalam bidang matematika sebetulnya cukup besar. Berikut beberapa di antaranya:

- Sistem Biner Modern

Leibniz menemukan sistem bilangan biner yang dipakai sebagai fungsi dan operasi komputer sekitar tahun 1670. Pada waktu itu, komputer bahkan belum ditemukan. Namun, dalam makalahnya, Leibniz mengakui bahwa sistem biner ini sudah digunakan sebelumnya dan memberikan kredit kepada I Ching dari cina kuno.

- Kalkulus

Masih sekitar tahun 1670, Leibniz mulai mengembangkan integral kalkulus dan teori diferensial. Ia berhasil menerbitkan makalah tentang teori diferensial dan integral kalkulus pada tahun 1684. Namun, sejumlah kontroversi panas muncul ketika hal ini terjadi.

Muncul tuduhan bahwa Leibniz meniru Sir Isaac Newton, yang disebut-sebut menjadi penemu kalkulus, bahkan sejak sebelum Leibniz mulai mengerjakannya. Ada pula yang menuduh Sir Isaac Newton menyontek Leibniz. Saat ini, diketahui bahwa Sir Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz mengembangkan ide-ide mereka secara independen.

Sangat disayangkan bahwa Leibniz yang meninggal pada 14 November 1716 karena sakit, dibenci oleh masyarakat hingga detik terakhir akibat kontroversinya. Sekretaris Leibniz, Echkart, adalah satu-satunya pelayat Leibniz. Beberapa abad berlalu, kini Leibniz dikenal sebagai penemu kalkulus yang menciptakan notasi seperti dy/dx untuk diferensial dan notasi berbentuk “S” untuk integral yang masih digunakan hingga kini.

- Matriks

Di samping kalkulus, Leibniz juga memunculkan kembali metode untuk mengatur persamaaan linier menjadi sebuah array, yang kini dikenal sebagai “Matriks”. Matriks merupakan sebuah metode yang sebelumnya pernah lebih dulu dikemukakan oleh seorang matematikawan, tetapi sudah lama tidak digunakan.

Peran matematika dalam data science

Karier dalam bidang data science memerlukan studi matematika karena menerapkan algoritma pembelajaran mesin. Meskipun matematika tidak akan menjadi satu-satunya persyaratan untuk jalur pendidikan dan karier dalam data science, ilmu ini adalah salah satu yang paling penting. Mengidentifikasi dan memahami tantangan bisnis dan menerjemahkannya ke dalam tantangan matematika secara luas adalah salah satu langkah terpenting dalam alur kerja data scientist.

Jenis matematika dalam Data Science

Berikut beberapa jenis matematika paling umum yang digunakan dalam data science:

1. Aljabar linier

Mengetahui cara membangun persamaan linier adalah komponen penting dari pengembangan algoritma pembelajaran mesin. Anda akan menggunakan ini untuk memeriksa dan mengamati kumpulan data. Untuk pembelajaran mesin, aljabar linier digunakan dalam fungsi kerugian, regularisasi, matriks kovarians, dan klasifikasi mesin vektor pendukung.

2. Kalkulus

Kalkulus multivariat digunakan untuk penurunan gradien dan dalam pelatihan algoritma. Anda akan mempelajari turunan, kelengkungan, divergensi, dan pendekatan kuadrat.

3. Statistik

Statistik penting dalam pembelajaran mesin saat bekerja dengan klasifikasi seperti regresi logistik, analisis diskriminasi, serta pengujian dan distribusi hipotesis.

4. Probabilitas

Probabilitas sangat penting untuk pengujian hipotesis dan distribusi seperti distribusi Gaussian dan fungsi kepadatan probabilitas.

Kesimpulan

Semasa hidupnya, Gottfried Wilhelm Leibniz telah membuat penemuan yang sangat penting dan masih berguna hingga sekarang. Penemuan penting di dalam ranah filsafat dan matematika membuat nama Leibniz hingga saat ini masih diingat. Kontroversinya dengan Sir Isaac Newton memang sangat disayangkan, namun kontribusinya sebagai filsafat dan matematikawan terus diingat hingga sekarang.

Tertarik mempelajari kalkulus seperti Leibniz serta kaitannya dengan data science? Anda dapat mengikuti kelas data science dari Algoritma Data Science School. Kelas data science dari Algoritma menawarkan banyak ilmu bermanfaat sesuai kebutuhan atau level expertise dari para pengajar berpengalaman. Yuk, bergabung!

Referensi:

  • thoughtco - Biography of Gottfried Wilhelm Leibniz, Philosopher and Mathematician (diakses pada 28 Juli 2022)
  • towardsdatascience - The Calculus According to Leibniz (diakses pada 28 Juli 2022)
  • analyticsvidhya  - Mathematics as a Monarch (diakses pada 28 Juli 2022)

Get Free Learning Resources

* indicates required


Insights

Bunga Dea Laraswati

Sr. Writer Algoritma Data Science School


Upcoming Workshop