Machine Learning vs Otak Manusia, Seberapa Mirip?

Seiring dengan berkembangnya zaman, ancaman machine learning untuk bisa mengalahkan otak manusia semakin besar. Memangnya, seberapa terancam kemampuan otak manusia?

Bunga Dea Laraswati
Bunga Dea Laraswati

Table of Contents

Puluhan tahun yang lalu, orang-orang memiliki imajinasi bahwa suatu saat, mesin yang diciptakan oleh manusia akan mengalahkan kecerdasan otak manusia. Imajinasi tersebut tertuang dalam bentuk karya seni fiksi ilmiah seperti cerpen “I Have No Mouth. And I Must Scream” karya Harlan Ellison atau film “2001: A Space Odyssey” karya Stanley Kubrick.

Saat ini, orang-orang mulai khawatir bahwa imajinasi tersebut suatu saat akan menjadi kenyataan. Bagaimana tidak? Teknologi machine learning sudah semakin berkembang dan berhasil menciptakan berbagai jenis Artificial Intelligence (AI). Sebut saja DALL-E yang bisa menciptakan gambar unik sesuai dengan deskripsi pengguna, atau Sassbook yang bisa menulis artikel hanya dengan melanjutkan sebuah kalimat yang telah dituliskan oleh pengguna. Memangnya, seberapa besarkah kemampuan machine learning saat ini?

Kontribusi Machine Learning

Dalam menciptakan sebuah AI, algoritma machine learning dapat memproses suatu data dalam kuantitas besar secara cepat. Bahkan sama seperti otak manusia, algoritma machine learning juga berkembang seiring berjalannya waktu sehingga mereka bisa melakukan pekerjaan yang diberikan dengan lebih efektif.

Caranya, pertama manusia akan membantu algoritma “belajar” dengan memasukkan data pelatihan. Setelah itu, manusia akan memasukkan data baru untuk memastikan apakah algoritma sudah belajar dengan baik. Jika hasil yang dikeluarkan algoritma machine learning tidak sesuai, maka manusia akan kembali mengajarkan algoritma. Selama pembelajaran ulang tersebut, algoritma akan terus belajar dari kesalahan yang lalu hingga akhirnya terbentuklah algoritma yang lebih akurat.

Bahkan setelah lepas dari tangan manusia, algoritma ini masih akan terus belajar secara mandiri. Dengan konsep seperti ini, bukan tidak mungkin tercipta AI yang tingkat keakuratannya dalam menyelesaikan pekerjaan mendekati sempurna.

Machine Learning dan Otak Manusia: Perbedaan Utama

Sekilas dari penjelasan di atas, machine learning dan otak manusia mendapatkan informasi dengan cara yang sama, yaitu dengan belajar melalui pengalaman. Berarti, apakah keduanya serupa? Tentu saja tidak. Ada satu perbedaan utama di antara keduanya.

Algoritma machine learning tidak mengenal lelah dalam belajar. Mereka akan melahap semua informasi yang diberikan dan memprosesnya dalam waktu yang singkat. Sangat berbeda dengan otak manusia yang membutuhkan waktu cukup lama untuk berkembang dan mempelajari suatu informasi. Hal tersebut membuat algoritma machine learning menjadi lebih unggul dari manusia dalam hal mendapatkan dan mengolah informasi.

Bisakah Mesin Menggantikan Manusia?

Jadi, pertanyaan utamanya adalah, bisakah mesin dengan bantuan algoritma machine learning mengalahkan kecerdasan otak manusia? Kai-Fu Lee, seorang ahli kecerdasan buatan, mengungkapkan bahwa setidaknya hal tersebut tidak akan terjadi dalam 20 tahun ke depan.

Menurutnya, manusia belum berhasil menciptakan algoritma machine learning yang sempurna. Masih banyak tantangan yang belum bisa dijawab dengan kehadiran teknologi machine learning yang kita miliki saat ini.

Ia beranggapan bahwa dalam perkembangannya, AI  dengan bantuan machine learning akan berhasil mengalahkan manusia dalam menyelesaikan beberapa tugas. Namun, dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan, AI tidak dapat menyaingi kecerdasan otak manusia. Memangnya, pekerjaan semacam apa yang tidak bisa dipelajari oleh machine learning?

Cinta, Humor, dan Hal-Hal yang Tak Dimiliki ML

Ya, meskipun algoritma machine learning berhasil mempelajari banyak hal dalam waktu singkat, mereka belum berhasil meniru emosi manusia seperti rasa cinta serta humor. Meskipun saat ini Anda sudah bisa meminta AI untuk membacakan sebuah candaan, bukan berarti mereka tahu bagaimana sesuatu bisa dianggap lucu.

Selain itu, machine learning juga belum berhasil mempelajari apa itu kreativitas dan bagaimana manusia bisa menjadi kreatif. Meskipun terlihat unik, seluruh karya seni yang telah dibuat oleh AI diciptakan dengan cara menggabungkan berbagai macam gambar buatan manusia yang sudah ada sebelumnya. Mereka belum berhasil menciptakan sebuah gambar murni dari kreativitas mereka sendiri.

Kesimpulan

Sementara ini, Anda tidak perlu khawatir dengan kemampuan algoritma machine learning yang dapat mengalahkan otak manusia. Masih ada beberapa aspek pemikiran manusia yang belum berhasil ditiru oleh AI. Mungkin butuh waktu puluhan tahun sebelum AI berhasil mempelajari hal tersebut, itu pun jika mereka berhasil.

Walau begitu, tak ada salahnya untuk terus memperdalam ilmu seputar AI, terlebih jika pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk bergelut dengan data science. Pasalnya, kecanggihan algoritma machine learning inilah yang mampu untuk mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar. Untuk ini, Anda bisa bergabung dengan Algoritma Data Science School yang menyediakan beragam kelas data science sesuai kebutuhan maupun level keahlian. Klik di sini untuk info selengkapnya!

Referensi:

  • Springboard - Artificial Intelligence vs. Human Intelligence: Who Will Build the Future? (Diakses tanggal 30 Juni 2022)
  • Kdnuggets - Machine Learning Is Not Like Your Brain Part Two: Perceptrons vs Neurons (Diakses tanggal 30 Juni 2022)
  • Wired - Why Computers Don’t Need to Match Human Intelligence (Diakses tanggal 30 Juni 2022)

Get Free Learning Resources

* indicates required
Insights

Bunga Dea Laraswati

Sr. Writer Algoritma Data Science School