Cara Kumparan Membuat Pembacanya Betah Scrolling

Frandy Eddy, Data Scientist Kumparan menjelaskan penerapan Data Science dengan projectnya hingga pembaca betah berlama-lama di website Kumparan.

Bunga Dea Laraswati
Bunga Dea Laraswati

Table of Contents

Apa Anda hanya merasa bahwa data science hanya dapat digunakan pada industri tertentu, seperti banking dan e-commerce? Ternyata industri kreatif juga banyak yang telah menggunakan data science, salah satunya Kumparan. Kumparan merupakan platform media berita digital sebagai wadah membaca, membuat, dan berbagi beragam berita dan informasi.

Algoritma Talks kali ini akan mengajak Anda mencari insight dan pengetahuan mengenai pemanfaatan data di salah satu platform media berita terbesar di Indonesia, Kumparan, bersama dengan Frandy Eddy, Data Scientist Kumparan.

Bergabung bersama Kumparan sejak tahun 2018 sebagai data scientist, tentunya pengalaman serta skill yang Frandy miliki tidak perlu diragukan lagi. Setelah lulus S1 Teknik Industri di Universitas Parahyangan (UNPAR), Frandy langsung melanjutkan pendidikan S2 di Singapore Management University untuk Master of IT in Business di jurusan Analytics.

Kini sudah menginjak tahun ke-empat Frandy bergelut di dunia data sebagai seorang data scientist. Jika ditarik mundur ke belakang, lantas apa yang membuatnya tertarik bekerja di bidang data? Frandy melihat bahwa dengan data kita bisa mendapatkan banyak hal. Terlebih dari dulu Frandy sudah menyukai matematika, teka-teki, puzzle, dan apapun yang berhubungan dengan logic, menurutnya bekerja di bidang data akan selalu berhubungan dengan hal-hal yang disukainya.

Day to Day Sebagai Data Scientist di Kumparan

Di Kumparan lebih banyak data scientist mengerjakan project base, sehingga day to day yang dilakukan Frandy dan team otomatis mengikuti project cycle-nya. Frandy menggambarkannya seperti berikut ini:

  • Diskusi masalah dengan Stakeholder
  • Exploratory Data Analysis (EDA)
  • Proposed Solution kepada Stakeholder
  • Project Deployment
  • Presentasi hasil project kepada Stakeholder
  • Evaluasi

Pemanfaatan Data di Kumparan

Seperti yang telah disinggung di awal bahwa data science pun dapat sangat bermanfaat di industri media kreatif seperti Kumparan. Frandy Eddy mengatakan banyak proyek data science yang masih terus berjalan dan beberapa diantaranya pun ada proyek baru. Berikut 4 Project Data di Kumparan​ yang menarik untuk diketahui:

1. Visualization and Reporting System​

Adanya Visualization dan Reporting System tentunya sangat bermanfaat. Dari sisi bisnis tentunya Kumparan perlu mengetahui growth perusahaan seperti apa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, nah, dari Visualization dan Reporting System para Stakeholder dapat melihatnya secara otomatis, selain itu tim yang berkepentingan dapat memantau metrik yang mereka pedulikan dan Tim BI (Business Intelligence) tidak perlu melakukan tugas yang sama berulang kali.

2. Recommender System​

Sistem ini dibuat untuk merekomendasikan artikel berdasarkan aktivitas pengguna di situs Kumparan, dengan begitu tentunya experience user di platform semakin meningkat karena artikel yang disajikan lebih targeted dan personalized.

3. Spam Detector​

Platform Kumparan menerima User Generated Content (UGC). UGC adalah jenis konten baik itu teks, gambar atau video tentang suatu brand atau produk yang dibuat dan dibagikan oleh pengguna atau konsumen di media sosial atau platform online lainnya.

Terkadang ditemukan dalam satu artikel, ada user yang sengaja menyelipkan iklan dalam artikel yang ingin di publishnya, jika ditemukan seperti itu dengan otomatis spam detector akan menolak artikel tersebut sehingga tidak dapat dipublish. Hal ini tentunya memudahkan dan mempercepat tim yang bertugas memoderasi konten.

Tidak hanya berlaku untuk konten tapi juga komen, jika ditemukan komen yang mengandung SARA ataupun iklan juga dapat terhapus karena terdeteksi sebagai spam.

4. Typo Checker​

Typo Checker termasuk proyek terbaru, beberapa diantaranya berkaitan dengan Natural Language Processing (NLP) adalah cabang dari kecerdasan buatan yang berhubungan dengan interaksi antara komputer dan manusia. NLP ini dapat diaplikasikan untuk memeriksa keakuratan tata bahasa teks. Maka dari itu Kumparan menggunakannya dalam proyek Typo Checker.

Typo Checker ini sangat membantu Tim Editorial Kumparan, jadi artikel yang telah ditulis sebelum di publish akan secara otomatis di cek oleh Typo Checker untuk melihat apakah terdapat typo atau tidak pada artikel tersebut. Hal ini terbukti sangat membantu mempercepat produksi konten setiap harinya.

Suka Duka Berkarir sebagai Data Scientist

Berprofesi sebagai data scientist 4,5 tahun tentunya banyak suka duka yang dialaminya, bagi Frandy hal yang menyenangkan pastinya ketika dia membuat suatu sistem dan impact dari sistem tersebut dapat dirasakan kebermanfaatannya. Contohnya scoring system, setelah di implementasi dan evaluasi ternyata matriks X naik 10% atau tools yang telah di develop oleh tim mendapatkan feedback yang baik bahwa tools yang dibuatnya sangat membantu.

Sedangkan hal yang kurang menyenangkan atau menantang bagi Frandy adalah proses data collection dan detail data cleaning, karena untuk punya data yang reliable itu terkadang sulit dan data cleaning ini juga termasuk salah satu proses yang lumayan penting karena ketika data scientist menggunakan data yang masih kotor atau salah, nantinya akan membuat output yang salah juga, sehingga Anda akan bekerja dua kali dan proses  lumayan banyak memakan waktu.

Tips & Trick Menjadi Data Scientist Handal Versi Frandy

- Ikut Bootcamp Data Science di Algoritma

Mulailah mempelajari hal-hal yang terkait dengan skill data science, seperti machine learning dan bahasa pemrograman yang umum, seperti Python. Anda dapat mempelajarinya melalui online course, bootcamp data science, atau ikut kelas data science.

- Data-oriented Mindset

Jika Anda memiliki Data-oriented Mindset, ketika dihadapkan dengan masalah Anda akan selalu mencari jalan keluarnya dengan data, basisnya adalah data.

- Jangan Over Complications

Terkadang masalah yang Anda punya atau akan hadapi nantinya dapat diselesaikan hanya dengan solusi yang sederhana.“Data Science itu fun, karena banyak sekali hal yang bisa kita eksplor. Apalagi teknologi terus berkembang kita harus punya willingness to learn. Jadi kalau kita terus belajar, otomatis kita tidak akan ketinggalan dengan perkembangan teknologi” Pesan Frandy Eddy untuk Anda yang baru memulai atau sedang belajar data science.

Highlights

Bunga Dea Laraswati

Sr. Writer Algoritma Data Science School